Jakarta, 3 September 2026 – Film Korea Selatan Hope garapan sutradara Na Hong-jin bersiap mencatat pencapaian besar dalam distribusi internasional setelah dijadwalkan tayang di sekitar 1.500 bioskop Amerika Serikat mulai 9 September 2026. Skala distribusi tersebut menjadikan Hope sebagai film berbahasa Korea dengan jangkauan penayangan terluas di AS sejak Parasite, film pemenang Best Picture Academy Awards yang dirilis pada 2019. Distributor Neon menyiapkan peluncuran berskala besar setelah Hope mendapatkan perhatian kuat sejak pemutaran perdananya di Festival Film Cannes dan mencatat performa komersial menjanjikan di Korea Selatan. Strategi tersebut memperlihatkan kepercayaan besar terhadap potensi film untuk menjangkau penonton yang lebih luas di pasar Amerika Utara. Kehadiran sejumlah aktor Korea dan bintang internasional juga menjadi salah satu kekuatan yang membuat Hope memiliki daya tarik lintas pasar.

Sebelum penayangan reguler dimulai pada 9 September, Hope akan terlebih dahulu mendapatkan pemutaran akses awal pada 7 September 2026. Pemutaran khusus tersebut disiapkan di sekitar 175 lokasi premium di berbagai wilayah Amerika Serikat dengan sejumlah teknologi sinema modern. Format yang digunakan mencakup Dolby Cinema, 4DX, ScreenX, Barco HDR, D-BOX, hingga Dolby Atmos untuk memberikan pengalaman audiovisual berskala besar kepada penonton. Sejumlah sesi pemutaran awal dilaporkan telah terjual habis, sementara penjualan tiket menunjukkan respons kuat di kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, Chicago, Austin, dan San Francisco. Perkembangan tersebut menjadi sinyal awal mengenai besarnya perhatian penonton Amerika terhadap film terbaru Na Hong-jin.

Hope merupakan film panjang pertama Na Hong-jin setelah sekitar satu dekade tidak mengarahkan film layar lebar. Sutradara asal Korea Selatan itu sebelumnya dikenal secara internasional melalui The Chaser dan The Wailing, dua karya yang memperkuat reputasinya dalam menggabungkan ketegangan, misteri, kekerasan, dan atmosfer cerita yang kuat. Dalam Hope, Na kembali membawa pendekatan tersebut ke dalam skala produksi yang lebih besar dengan memadukan unsur fiksi ilmiah, thriller, dan aksi. Film berdurasi sekitar 156 menit tersebut berlatar di sebuah desa pesisir terpencil bernama Hope Harbor di Korea Selatan. Kehidupan masyarakat berubah drastis setelah kemunculan makhluk misterius memicu serangkaian peristiwa yang mengancam keselamatan penduduk.

Cerita mengikuti Bum-seok, kepala pos polisi yang diperankan Hwang Jung-min, bersama petugas Sung-ae yang dimainkan Hoyeon ketika mereka berusaha menyelidiki serangkaian serangan di desa tersebut. Penyelidikan kemudian mengarah pada keberadaan sesuatu yang tidak dikenal dan bersembunyi di kawasan hutan sekitar permukiman. Para pemburu lokal ikut melakukan pencarian dengan harapan dapat mengatasi ancaman yang semakin besar. Namun, situasi berubah ketika pihak yang awalnya melakukan perburuan justru menghadapi ancaman langsung dari makhluk tersebut. Struktur cerita yang menggabungkan misteri, survival, dan aksi berskala besar menjadi salah satu elemen yang membuat film tersebut mendapatkan perhatian sejak diperkenalkan kepada publik.

Selain jajaran pemain Korea, Hope memiliki komposisi pemeran internasional yang membuat proyek tersebut berbeda dibandingkan banyak produksi Korea lainnya. Hwang Jung-min dan Zo In-sung menjadi dua nama besar dari industri film Korea yang terlibat dalam proyek ini, sementara Hoyeon kembali tampil dalam produksi dengan jangkauan global. Mereka bergabung dengan Taylor Russell, Cameron Britton, Alicia Vikander, dan Michael Fassbender. Kehadiran para pemain dari latar industri berbeda memperkuat karakter internasional film sekaligus membantu pemasaran di luar Korea Selatan. Kombinasi tersebut menjadi bagian dari strategi produksi untuk menghadirkan cerita lokal dengan skala dan daya tarik yang dapat diterima penonton global.

Perjalanan Hope menuju pasar Amerika berlangsung setelah film tersebut terlebih dahulu menunjukkan performa kuat di negara asalnya. Film itu dirilis di Korea Selatan pada 15 Juli 2026 dan langsung menempati posisi teratas box office pada periode pembukaan. Hingga awal September, jumlah penontonnya telah melampaui 4,5 juta orang dengan pendapatan kotor mencapai lebih dari 35 juta dolar AS. Film tersebut juga diputar melalui lebih dari 2.400 layar di Korea Selatan, menunjukkan skala distribusi domestik yang sangat besar. Performa komersial tersebut memberikan modal penting menjelang ekspansi ke pasar internasional, terutama karena film berbahasa non-Inggris biasanya menghadapi tantangan lebih besar untuk mendapatkan distribusi luas di Amerika Serikat.

Sebelum memasuki jaringan bioskop Amerika secara luas, Hope juga membangun reputasi melalui berbagai festival film internasional. Film tersebut tampil di Festival Film Cannes 2026 dan menjadi salah satu produksi Korea yang mendapatkan perhatian dalam rangkaian festival tersebut. Perjalanannya kemudian berlanjut melalui New York Asian Film Festival, Toronto International Film Festival, serta sejumlah agenda festival internasional lainnya. Na Hong-jin juga mendapatkan penghargaan atas pencapaiannya dalam sinema aksi ketika film tersebut diperkenalkan kepada penonton di New York. Eksposur melalui festival memberikan kesempatan bagi Hope untuk membangun pembicaraan sebelum memasuki tahap distribusi komersial yang jauh lebih besar.

Keputusan menempatkan Hope di sekitar 1.500 bioskop memperlihatkan perubahan penting dalam cara film Korea dipasarkan kepada penonton Amerika. Selama bertahun-tahun, sebagian besar produksi berbahasa Korea biasanya memasuki pasar tersebut melalui penayangan terbatas di kota-kota besar sebelum jumlah bioskop diperluas berdasarkan respons penonton. Strategi Hope berbeda karena distributor sejak awal memberikan jangkauan luas yang biasanya lebih identik dengan film produksi Hollywood. Keberhasilan Parasite sebelumnya menjadi salah satu tonggak yang membuktikan bahwa film Korea dapat memperoleh perhatian besar dari penonton Amerika ketika mendapatkan dukungan distribusi dan promosi yang memadai. Hope kini akan menghadapi tantangan untuk mempertahankan momentum tersebut ketika bersaing langsung dengan berbagai film yang memasuki musim penayangan musim gugur di Amerika.

Neon memiliki pengalaman kuat dalam mendistribusikan film internasional dan sebelumnya membawa Parasite mencapai keberhasilan luar biasa di pasar Amerika Utara. Parasite menghasilkan lebih dari 50 juta dolar AS di kawasan tersebut sekaligus mencatat sejarah sebagai film berbahasa non-Inggris pertama yang memenangkan kategori Best Picture di Academy Awards. Setelah keberhasilan itu, distributor tersebut terus memperluas portofolio film internasional yang mendapatkan penayangan bioskop di Amerika. Hope menjadi salah satu proyek Korea terbesar dalam strategi tersebut karena memperoleh dukungan hingga ribuan layar sejak awal periode penayangannya. Skala distribusi itu sekaligus memberikan kesempatan kepada film Na Hong-jin untuk menjangkau penonton di luar pusat-pusat komunitas penggemar sinema Asia.

Perjalanan internasional Hope juga tidak berhenti di Amerika Serikat. Setelah penayangan Amerika Utara dimulai, film tersebut dijadwalkan memasuki bioskop Inggris dan Irlandia pada 25 September 2026. Distribusi lintas negara menunjukkan ambisi untuk menjadikan Hope sebagai salah satu produksi Korea dengan jangkauan global terbesar tahun ini. Perhatian selanjutnya akan tertuju pada performa box office Amerika Serikat setelah film mulai diputar secara luas pada 9 September. Dengan sekitar 1.500 bioskop, dukungan format premium, jajaran pemeran internasional, serta rekam jejak Na Hong-jin, Hope memasuki pasar tersebut dengan modal yang cukup kuat. Hasil penayangannya nantinya dapat menjadi indikator penting mengenai seberapa jauh film berbahasa Korea mampu mempertahankan perluasan pasar internasional setelah keberhasilan besar yang sebelumnya dibuka oleh Parasite.