Jakarta, 21 Oktober 2026 – Nama Moh Zaki Ubaidillah menjadi sorotan publik setelah berhasil mengalahkan seniornya, Jonatan Christie, pada babak 32 besar French Open 2026. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang akrab disapa Ubed tersebut menunjukkan permainan impresif dalam pertandingan yang berlangsung di Arena Grand Paris, Prancis, Selasa (20/10/2026). Ia berhasil menyingkirkan Jonatan yang berstatus unggulan keempat melalui pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-17, dan 21-17. Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Ubed ke babak 16 besar, tetapi juga meningkatkan perhatian masyarakat terhadap perjalanan karier dan latar belakang pendidikannya. Di balik pencapaiannya sebagai atlet muda, Ubed diketahui menjalani proses panjang dalam menyeimbangkan pendidikan formal dan pembinaan bulu tangkis.
Moh Zaki Ubaidillah lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, pada 26 Juni 2007. Atlet berusia 19 tahun tersebut telah mengenal olahraga bulu tangkis sejak masih berusia sekitar lima tahun. Ketertarikannya terhadap olahraga raket itu berkembang ketika ia mulai mengikuti berbagai pertandingan di lingkungan sekolah dan daerah asalnya. Sejak kecil, Ubed memperlihatkan kesungguhan untuk meningkatkan kemampuan bermain melalui latihan yang teratur. Dukungan keluarga dan lingkungan pembinaan turut membantu perkembangan bakatnya hingga mampu bersaing di tingkat nasional. Perjalanan tersebut menjadi fondasi penting bagi kariernya sebagai salah satu pemain muda Indonesia yang kini tampil dalam turnamen internasional.
Dalam perjalanan pendidikan formalnya, Ubed diketahui pernah menempuh pendidikan di SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Jawa Tengah. Sekolah tersebut menjadi bagian dari kehidupannya ketika ia menjalani pembinaan bulu tangkis di wilayah Kudus. Menjalani pendidikan sambil berlatih sebagai atlet tentu membutuhkan pengaturan waktu yang baik karena kegiatan latihan dan pertandingan memiliki jadwal cukup padat. Meski demikian, Ubed tetap mengikuti pendidikan formal selama masa pembinaan. Lingkungan pendidikan di Kudus juga memberinya kesempatan untuk berkembang di tengah aktivitas olahraga yang semakin intensif. Hingga kini, belum terdapat informasi terperinci yang terkonfirmasi mengenai kelanjutan pendidikan Ubed setelah jenjang sekolah menengah atas.
Perjalanan Ubed menuju dunia bulu tangkis profesional dimulai jauh sebelum dirinya bergabung dengan klub besar. Ketika masih duduk di kelas satu sekolah dasar, ia sudah menjalani latihan di PB Rahmat yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah. Keputusan berlatih di luar kampung halaman menunjukkan keseriusannya untuk mengembangkan kemampuan sejak usia dini. Setelah itu, Ubed sempat berpindah ke sejumlah daerah, termasuk Gresik, Surabaya, dan Klaten, untuk mencari lingkungan latihan yang sesuai. Proses tersebut memberinya pengalaman menghadapi berbagai metode pembinaan dan persaingan antarpemain muda. Pengalaman berpindah tempat latihan menjadi bagian penting dalam pembentukan kemampuan teknik dan mental bertandingnya.
Perkembangan karier Ubed memasuki tahap baru ketika berhasil lolos seleksi PB Djarum Kudus pada akhir 2019. Bergabung dengan klub tersebut membuka kesempatan baginya untuk menjalani program pembinaan yang lebih terstruktur. Ubed memperoleh pengalaman latihan dan kompetisi yang semakin luas sehingga kemampuannya terus berkembang. Selama berada dalam lingkungan pembinaan klub, ia mengikuti berbagai turnamen untuk mengasah keterampilan dan meningkatkan daya saing. Perjalanan di PB Djarum juga menjadi jembatan penting sebelum dirinya mendapatkan kesempatan bergabung dengan pemusatan latihan nasional. Melalui proses panjang tersebut, Ubed mulai menunjukkan potensinya sebagai calon pemain andalan Indonesia di sektor tunggal putra.
Prestasi Ubed semakin terlihat sepanjang 2024 ketika ia berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian penting pada tingkat nasional dan internasional. Ia menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih gelar juara Piala Suhandinata 2024 pada Kejuaraan Dunia Junior Beregu Campuran. Selain itu, Ubed berhasil membawa pulang medali perunggu dari nomor tunggal putra Kejuaraan Dunia Junior 2024. Pada Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumatera Utara, ia turut memperkuat kontingen Jawa Tengah dan meraih medali emas beregu putra. Ubed juga mencatatkan medali perak pada nomor tunggal putra dalam ajang tersebut. Rangkaian prestasi tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain muda yang memiliki peluang besar untuk berkembang di tingkat senior.
Berkat perkembangan dan prestasinya, Ubed mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan pemusatan latihan nasional PBSI pada akhir 2024. Menariknya, ia langsung ditempatkan dalam kelompok utama sehingga memiliki kesempatan berlatih bersama para pemain senior Indonesia. Kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam proses peningkatan kualitas permainannya untuk menghadapi persaingan internasional. Pada 2025, Ubed melanjutkan perkembangan karier dengan meraih sejumlah hasil positif, termasuk gelar tunggal putra pada turnamen Indonesia Masters Super 100. Ia kemudian menambah pencapaian dengan menjuarai Thailand Masters 2026 serta menembus semifinal Australian Open 2026. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan panjangnya sejak usia sekolah mulai menghasilkan perkembangan yang nyata di tingkat senior.
Kemenangan atas Jonatan Christie pada French Open 2026 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier Moh Zaki Ubaidillah. Menghadapi pemain yang lebih berpengalaman, Ubed sempat kehilangan gim pertama sebelum berhasil meningkatkan tempo permainan dan membalikkan keadaan. Seusai pertandingan, ia mengakui masih perlu banyak belajar untuk mencapai level permainan yang lebih tinggi dan menjaga konsistensi penampilan. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan mengalahkan pemain senior tidak membuatnya mengabaikan proses pengembangan diri. Riwayat pendidikan di SMA NU Al Ma’ruf Kudus serta perjalanan pembinaan dari PB Rahmat hingga PB Djarum menjadi bagian penting dari kisah perjuangannya. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman internasional yang terus bertambah, Ubed memiliki kesempatan untuk melanjutkan perkembangan karier sekaligus memperkuat regenerasi bulu tangkis Indonesia.




