Jakarta, 14 September 2026 – Tren mode era 2000-an atau Y2K kembali mendapatkan tempat dalam industri fashion, salah satunya melalui kemunculan celana low-rise jeans. Model celana dengan garis pinggang rendah tersebut semakin sering terlihat dalam koleksi terbaru, gaya jalanan, hingga penampilan para selebritas dunia. Jennie BLACKPINK menjadi salah satu figur yang turut mencuri perhatian ketika mengenakan low-rise jeans dalam berbagai kesempatan. Penampilannya memperlihatkan bagaimana tren lama dapat dikemas kembali dengan pendekatan yang lebih modern dan minimalis. Celana yang sempat menjadi salah satu ikon fashion awal 2000-an itu kini kembali diminati generasi muda. Popularitasnya sekaligus memperlihatkan kuatnya siklus tren yang membuat gaya dari masa lalu kembali relevan beberapa dekade kemudian.
Low-rise jeans memiliki karakter utama berupa posisi pinggang yang berada lebih rendah dibandingkan celana high-waist maupun mid-rise. Potongannya biasanya berada di sekitar pinggul sehingga menghasilkan siluet yang sangat identik dengan gaya akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Pada periode tersebut, model ini banyak dikenakan bersama crop top, tank top, kaus fitted, dan berbagai aksesori berukuran mencolok. Setelah popularitasnya menurun, celana high-waist kemudian mendominasi tren selama bertahun-tahun. Kini pergeseran kembali terjadi ketika estetika Y2K memperoleh perhatian besar dari generasi baru. Low-rise jeans pun kembali muncul sebagai salah satu elemen yang paling mudah dikenali dari tren tersebut.
Kembalinya gaya Y2K tidak terjadi hanya pada satu jenis pakaian. Tas berukuran kecil, kacamata berbingkai tipis, baby tee, rok mini, sepatu platform, hingga aksesori metalik juga kembali terlihat dalam berbagai penampilan. Generasi muda menggabungkan elemen tersebut dengan tren kontemporer sehingga hasilnya tidak selalu sama persis dengan gaya pada dua dekade lalu. Low-rise jeans misalnya dapat dipadukan dengan blazer oversized atau atasan sederhana untuk menghasilkan tampilan yang lebih modern. Pendekatan tersebut membuat tren Y2K dapat digunakan tanpa harus terlihat seperti mengenakan kostum dari era tertentu. Fleksibilitas inilah yang ikut membantu popularitasnya berkembang.
Jennie BLACKPINK mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan berbagai tren fashion karena penampilannya kerap menjadi perhatian penggemar internasional. Gaya yang dikenakannya dapat dengan cepat menjadi inspirasi bagi penggemar dan pengguna media sosial. Ketika Jennie tampil menggunakan low-rise jeans, perhatian tidak hanya tertuju pada celananya tetapi juga bagaimana keseluruhan pakaian tersebut dipadukan. Ia kerap menggabungkan busana kasual dengan unsur yang terlihat lebih mewah atau feminin. Kombinasi tersebut menghasilkan penampilan yang sederhana tetapi tetap mempunyai karakter kuat. Pengaruh figur seperti Jennie membuat tren yang sebelumnya dianggap sudah berlalu dapat kembali mendapatkan perhatian.
Media sosial turut mempercepat kebangkitan low-rise jeans dan estetika Y2K secara keseluruhan. Foto lama selebritas dari era 2000-an dapat kembali beredar dan menjadi referensi bagi pengguna yang bahkan belum mengenal tren tersebut ketika pertama kali populer. Pada saat bersamaan, kreator fashion menghadirkan interpretasi baru melalui video padu padan pakaian dan inspirasi gaya sehari-hari. Tren kemudian bergerak sangat cepat dari panggung mode menuju konsumen. Sebuah gaya yang awalnya hanya terlihat pada beberapa figur publik dapat berkembang menjadi pilihan yang tersedia luas di berbagai toko. Siklus tren fashion pun menjadi semakin singkat karena penyebaran inspirasi berlangsung hampir tanpa batas geografis.
Desain low-rise jeans yang beredar sekarang juga mempunyai variasi lebih luas dibandingkan gambaran klasiknya. Tidak seluruh model dibuat sangat rendah atau mempunyai potongan ketat. Konsumen dapat menemukan versi straight-leg, baggy, wide-leg, bootcut, hingga relaxed fit dengan tingkat ketinggian pinggang yang berbeda. Variasi tersebut memungkinkan seseorang memilih model berdasarkan bentuk tubuh dan tingkat kenyamanan masing-masing. Low-rise versi modern juga dapat mempunyai potongan yang lebih longgar sehingga memberikan kesan santai. Hal ini membuat tren tersebut dapat digunakan oleh lebih banyak orang tanpa harus mengikuti satu formula penampilan tertentu.
Salah satu kombinasi yang populer adalah low-rise jeans dengan atasan berpotongan pendek. Perbedaan proporsi antara pinggang rendah dan crop top menciptakan siluet yang sangat dekat dengan estetika Y2K. Namun, celana tersebut juga dapat dipadukan dengan kemeja longgar, sweater, maupun jaket untuk menghasilkan tampilan berbeda. Sepatu yang digunakan dapat mengubah keseluruhan karakter busana, mulai dari sneakers untuk gaya kasual hingga sepatu berhak untuk penampilan lebih formal. Tas kecil dan kacamata juga dapat digunakan sebagai aksen tambahan. Meski demikian, tidak semua elemen Y2K harus digunakan sekaligus agar penampilan tetap seimbang.
Kenyamanan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih low-rise jeans. Posisi pinggang rendah tidak selalu cocok bagi seluruh bentuk tubuh maupun jenis aktivitas. Ukuran yang terlalu kecil dapat membatasi gerakan dan menimbulkan rasa tidak nyaman ketika duduk dalam waktu lama. Sebaliknya, ukuran terlalu longgar dapat membuat celana mudah bergeser dari posisi yang diinginkan. Konsumen sebaiknya mencoba beberapa ukuran dan potongan sebelum menentukan pilihan. Model yang sedang tren tetap sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan pribadi daripada memaksakan bentuk tertentu.
Kembalinya low-rise jeans juga memperlihatkan perubahan cara masyarakat memandang tren mode. Generasi yang pernah mengenakannya pada awal 2000-an mungkin melihat kebangkitan tersebut sebagai nostalgia. Sementara bagi generasi yang lebih muda, gaya itu dapat terasa seperti sesuatu yang baru karena mereka tidak mengalaminya secara langsung. Perbedaan perspektif tersebut membuat satu tren dapat mempunyai daya tarik bagi kelompok usia berbeda. Industri fashion kemudian mengemas ulang desain lama menggunakan material, proporsi, dan pendekatan styling yang mengikuti selera saat ini. Proses tersebut membuat tren lama tidak pernah benar-benar kembali dalam bentuk yang sepenuhnya sama.
Pengaruh selebritas K-pop dalam perkembangan tren fashion global juga semakin sulit dipisahkan dari fenomena ini. Idol dengan basis penggemar internasional mempunyai kemampuan memperkenalkan sebuah gaya kepada jutaan orang dalam waktu singkat. Penampilan di bandara, konser, acara merek, pemotretan, maupun unggahan media sosial dapat menjadi referensi fashion tersendiri. Jennie termasuk figur yang sering mendapatkan perhatian dalam konteks tersebut. Pilihan pakaiannya dapat memunculkan pembicaraan dan mendorong penggemar mencari produk dengan karakter serupa. Kondisi ini memperlihatkan hubungan yang semakin erat antara industri musik, media sosial, dan fashion.
Meski sedang populer, low-rise jeans bukan berarti harus menggantikan seluruh model celana lainnya. High-waist dan mid-rise tetap mempunyai penggemar karena menawarkan proporsi serta kenyamanan berbeda. Tren fashion saat ini justru memberikan ruang lebih besar terhadap keberagaman gaya dibandingkan aturan tunggal mengenai model yang dianggap paling modern. Seseorang dapat memilih potongan berdasarkan bentuk tubuh, kebutuhan aktivitas, dan karakter penampilan yang diinginkan. Bahkan beberapa gaya dari periode berbeda dapat dipadukan dalam satu penampilan. Kebebasan bereksperimen tersebut membuat tren Y2K terasa lebih fleksibel dibandingkan ketika pertama kali berkembang.
Kemunculan kembali low-rise jeans pada akhirnya menegaskan bahwa tren fashion bergerak dalam sebuah siklus. Model yang pernah sangat populer, kemudian dianggap ketinggalan zaman, dapat kembali menjadi pilihan utama setelah mendapatkan interpretasi baru. Jennie BLACKPINK menjadi salah satu figur yang membantu memperlihatkan bagaimana celana khas Y2K tersebut dapat digunakan dalam gaya masa kini. Beragam pilihan potongan juga membuat low-rise jeans tidak lagi terbatas pada model ketat seperti yang identik dengan awal 2000-an. Konsumen dapat memilih versi baggy, straight, maupun wide-leg berdasarkan kenyamanan dan karakter pribadi. Dengan kebangkitan estetika Y2K yang masih kuat, low-rise jeans berpeluang terus menjadi salah satu tren yang banyak terlihat dalam perkembangan fashion sepanjang 2026.




