Jombang, 31 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Momen tersebut berlangsung ketika Prabowo menyapa jajaran menteri yang hadir dalam acara penutupan pada Senin, 31 Agustus 2026. Saat menyebut nama Zulhas, Presiden mengungkap bahwa hari tersebut menjadi hari istimewa bagi politikus yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut. Zulhas diketahui genap berusia 64 tahun tepat pada hari penutupan Muktamar NU. Ucapan dari Prabowo tersebut disampaikan di hadapan para peserta dan tamu undangan sehingga menjadi salah satu momen menarik dalam rangkaian penutupan forum organisasi keagamaan tersebut.
Prabowo menyebut Zulhas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan sebelum menyampaikan ucapan ulang tahun di hadapan peserta Muktamar. Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena disampaikan secara langsung di tengah agenda resmi yang dihadiri Presiden bersama sejumlah pejabat pemerintahan. Zulhas yang berada di antara jajaran menteri kemudian berdiri sebagai bentuk respons terhadap sapaan Presiden. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penutupan Muktamar yang dihadiri banyak tokoh serta peserta dari berbagai daerah. Kehadiran Presiden sendiri menjadi bagian penting dalam agenda akhir Muktamar ke-35 NU yang sebelumnya juga dibuka oleh Prabowo pada rangkaian acara di Jombang.
Ulang tahun Zulhas yang ke-64 bertepatan dengan agenda penutupan Muktamar ke-35 NU pada 31 Agustus 2026. Zulhas saat ini menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Posisi tersebut menempatkannya dalam jajaran menteri koordinator yang memiliki peran dalam koordinasi kebijakan pemerintah di sektor pangan. Selain menjalankan tugas pemerintahan, Zulhas juga masih memegang jabatan sebagai Ketua Umum PAN. Dua posisi tersebut membuat aktivitas politik dan pemerintahan Zulhas menjadi bagian dari perhatian publik, terutama ketika dirinya hadir dalam agenda kenegaraan maupun kegiatan politik dan organisasi.
Penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi salah satu agenda penting bagi organisasi tersebut karena menandai berakhirnya rangkaian pembahasan dan proses internal yang berlangsung selama beberapa hari. Muktamar sebelumnya dibuka pada 27 Agustus 2026 dan membahas berbagai agenda organisasi, termasuk laporan pertanggungjawaban kepengurusan, sidang komisi, serta proses pemilihan kepemimpinan PBNU untuk masa khidmah 2026–2031. Dalam rangkaian tersebut, KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU, sementara KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mendapat amanah sebagai Ketua Umum PBNU. Penutupan kemudian dihadiri Presiden Prabowo bersama jajaran pemerintahan dan tokoh-tokoh NU. Kehadiran Presiden dalam pembukaan dan penutupan sekaligus menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap forum organisasi NU tersebut.
Bagi Zulhas, perayaan ulang tahun di tengah agenda kenegaraan dan organisasi tersebut berlangsung dalam suasana yang cukup berbeda dibandingkan perayaan pribadi pada umumnya. Ucapan langsung dari Presiden membuat momen ulang tahun tersebut mendapat perhatian dari peserta Muktamar dan jajaran pejabat yang hadir. Zulhas kemudian memberikan respons dengan berdiri dan menunjukkan sikap hormat setelah namanya disebut oleh Prabowo. Momen sederhana tersebut berlangsung di tengah agenda yang memiliki pembahasan lebih luas mengenai perjalanan dan arah organisasi NU untuk periode mendatang. Kehadiran sejumlah pejabat pemerintahan juga memperlihatkan bahwa penutupan Muktamar menjadi ruang pertemuan antara unsur pemerintah dan tokoh-tokoh organisasi masyarakat yang hadir di Jombang.
Hubungan kerja antara Prabowo dan Zulhas juga menjadi salah satu latar yang membuat sapaan tersebut menarik perhatian. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas menjadi bagian dari pemerintahan yang menjalankan berbagai kebijakan terkait ketahanan dan ketersediaan pangan nasional. Pemerintah menempatkan isu pangan sebagai salah satu sektor strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan stabilitas ekonomi. Dalam kapasitasnya sebagai menteri koordinator, Zulhas bertugas mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian sesuai bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Di sisi lain, posisinya sebagai Ketua Umum PAN membuat Zulhas juga memiliki peran politik yang cukup penting dalam dinamika pemerintahan dan kehidupan politik nasional.
Momen ucapan ulang tahun tersebut juga memperlihatkan suasana yang lebih personal di tengah agenda resmi Presiden. Sapaan kepada para menteri pada awalnya merupakan bagian dari pengenalan jajaran pejabat yang hadir dalam acara, tetapi kemudian berkembang menjadi ucapan khusus kepada Zulhas karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Respons peserta terhadap ucapan tersebut menambah suasana hangat di tengah acara penutupan. Peristiwa semacam itu kerap menjadi perhatian karena menunjukkan sisi informal dari interaksi para pejabat dalam kegiatan resmi. Meski berlangsung singkat, momen tersebut menjadi bagian yang menonjol dari agenda penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Selain menjadi perayaan ulang tahun bagi Zulhas, penutupan Muktamar ke-35 NU juga menandai dimulainya kepengurusan baru organisasi untuk periode 2026–2031. Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam menjadi bagian penting dari hasil forum tersebut. Kepemimpinan baru diharapkan membawa organisasi menjalankan agenda internal sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Kehadiran Prabowo dalam penutupan turut memberikan dimensi kenegaraan pada rangkaian kegiatan tersebut. Di tengah agenda itulah ucapan ulang tahun kepada Zulhas menjadi momen tersendiri yang memperlihatkan interaksi hangat antara Presiden dan salah satu anggota kabinetnya.
Ucapan selamat ulang tahun dari Prabowo kepada Zulhas pada akhirnya menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam penutupan Muktamar ke-35 NU. Zulhas genap berusia 64 tahun pada hari yang sama ketika Presiden hadir untuk mengakhiri rangkaian Muktamar di Jombang. Selain menjalankan tugas sebagai Menko Pangan, Zulhas tetap memegang posisi sebagai Ketua Umum PAN sehingga aktivitasnya berada di persimpangan antara tugas pemerintahan dan politik. Sementara itu, penutupan Muktamar menandai berakhirnya proses organisasi sekaligus dimulainya periode kepemimpinan PBNU yang baru. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana agenda kenegaraan, kegiatan organisasi, dan peristiwa personal dapat berlangsung bersamaan dalam satu kesempatan di tengah perhatian publik.




