Ukraina Ingatkan Dunia soal Parade Militer Rusia di Moskow di Tengah Konflik Berkepanjangan

Jakarta, 8 Mei 2026 – Presiden Volodymyr Zelenskyy memberikan peringatan kepada negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Russia terkait rencana kehadiran dalam parade Hari Kemenangan di Moscow. Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Parade Hari Kemenangan yang diperingati setiap 9 Mei merupakan salah satu acara militer terbesar Rusia untuk mengenang kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Acara itu biasanya dihadiri pejabat tinggi negara dan menampilkan kekuatan militer Rusia di pusat ibu kota Moskow.

Zelensky menilai kehadiran pemimpin atau delegasi asing dalam parade tersebut dapat dipandang sebagai dukungan simbolis terhadap pemerintah Rusia di tengah situasi perang yang masih berlangsung. Ukraina meminta negara-negara sahabat mempertimbangkan dampak politik dan diplomatik dari partisipasi mereka dalam acara tersebut.

Pemerintah Ukraina juga menegaskan bahwa perang yang terjadi telah menimbulkan korban besar dan krisis kemanusiaan yang luas. Oleh karena itu, Kyiv berharap komunitas internasional tetap menunjukkan solidaritas terhadap upaya penghentian konflik dan perlindungan warga sipil.

Di sisi lain, Rusia tetap melanjutkan persiapan parade dengan pengamanan ketat. Pemerintah Moskow menyebut perayaan Hari Kemenangan sebagai tradisi nasional penting yang memiliki nilai sejarah besar bagi rakyat Rusia.

Pengamat hubungan internasional menilai parade tahun ini memiliki makna politik yang lebih sensitif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran atau absennya pemimpin dunia dapat dibaca sebagai sinyal diplomatik terkait posisi mereka terhadap konflik Rusia-Ukraina.

Sejumlah negara hingga kini belum memberikan kepastian mengenai kehadiran perwakilan mereka di Moskow. Situasi geopolitik yang memanas membuat banyak pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait agenda diplomatik internasional.

Pernyataan Zelensky kembali menunjukkan tingginya tensi politik antara Ukraina dan Rusia di tengah upaya diplomasi yang belum membuahkan penyelesaian permanen. Dunia kini terus memantau perkembangan situasi menjelang pelaksanaan parade militer di Moskow tersebut.

Related Posts

Lebih dari 212 Ribu Warga Rusia Gunakan Hak Pilih dari Luar Negeri, Jakarta Jadi Salah Satu Lokasi

Jakarta, 21 September 2026 – Lebih dari 212 ribu warga negara Rusia menggunakan hak pilih mereka dari luar negeri dalam pemilihan anggota Duma Negara atau majelis rendah parlemen Rusia. Angka…

RKAB Tiga Anak Usaha Bayan Disetujui, Kuota Produksi Batu Bara Bertambah hingga 20 Juta Ton

Jakarta, 22 September 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN).…

You Missed

Listyo Sigit Tanggapi Isu Pergantian Kepala BNPB, Kristomei Sianturi Resmi Dilantik Prabowo

Listyo Sigit Tanggapi Isu Pergantian Kepala BNPB, Kristomei Sianturi Resmi Dilantik Prabowo

Jadwal Premier Padel Milano 2026 dan Cara Nonton Live Streaming di VISION+

Jadwal Premier Padel Milano 2026 dan Cara Nonton Live Streaming di VISION+

Mengapa Kalimantan Dijuluki Paru-Paru Dunia? Ini Peran Penting Hutan Tropisnya

Mengapa Kalimantan Dijuluki Paru-Paru Dunia? Ini Peran Penting Hutan Tropisnya

36 Narapidana Risiko Tinggi dari Lapas Semarang Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengamanan Diperketat

36 Narapidana Risiko Tinggi dari Lapas Semarang Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengamanan Diperketat

Ustadz Derry Sulaiman Buka Suara soal Tuduhan Saksi Bayaran dalam Sidang Richard Lee

Ustadz Derry Sulaiman Buka Suara soal Tuduhan Saksi Bayaran dalam Sidang Richard Lee

Gempa M7,7 di Panama Ungkap Ancaman Sesar Senyap, Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Gempa M7,7 di Panama Ungkap Ancaman Sesar Senyap, Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan