Jakarta, 28 September 2026 –
Jodilee Warwick menjadi salah satu pemeran yang mencuri perhatian dalam film Cidro Asmoro. Ia memerankan Prita Anjarsari, seorang pramusaji kafe di Yogyakarta yang menjalani kehidupan sederhana bersama keluarganya. Prita sebenarnya memiliki kecintaan terhadap dunia tarik suara, tetapi selama ini lebih banyak menjalani rutinitas dan memprioritaskan keluarganya. Kehidupannya kemudian berubah drastis setelah sebuah momen spontan membuat dirinya viral di media sosial.
Titik balik Prita bermula ketika ia bernyanyi dan berjoget bersama pengamen jalanan. Aksi tersebut direkam oleh sahabatnya, Molly, lalu diunggah ke media sosial tanpa menyangka akan mendapat perhatian besar. Video Prita membawakan lagu campursari Koyo Jogja Istimewa milik Ndarboy Genk kemudian ditonton jutaan kali. Goyangannya ikut ditiru banyak orang hingga sosok yang sebelumnya bekerja di kafe itu mendadak dikenal luas.
Popularitas tersebut membuka kesempatan bagi Prita untuk mendekati impiannya menjadi penyanyi. Erick, gitaris Ndarboy Genk yang diperankan Erick Estrada, melihat potensi dari viralnya Prita dan mendorong Daru untuk berduet dengannya. Kesempatan itu sekaligus membawa Prita memasuki lingkungan industri musik yang sangat berbeda dari kehidupan sehari-harinya. Popularitas Prita bahkan mulai memengaruhi perhatian publik terhadap proyek musik Daru dan Happy.
Jodilee menggambarkan Prita sebagai perempuan yang polos, tulus, spontan, mudah tertawa, serta sangat menyayangi keluarganya. Karakter tersebut juga cenderung menghindari konflik dan kesulitan menolak permintaan orang lain. Menariknya, Prita memang bercita-cita menjadi penyanyi, tetapi sebelumnya tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi terkenal. Kesempatan besar justru datang secara tiba-tiba melalui fenomena viral yang tidak pernah direncanakannya.
Perubahan kehidupan Prita kemudian menjadi salah satu pusat cerita Cidro Asmoro. Popularitas membawanya berhadapan dengan penggemar, kepentingan industri musik, persaingan antarmusisi, hingga tantangan mempertahankan jati diri. Film tersebut tidak hanya mengangkat perjalanan seseorang yang mendadak terkenal, tetapi juga memasukkan unsur keluarga, persahabatan, mimpi, persaingan, dan pencarian identitas. Nuansa musik campursari serta budaya Jawa turut menjadi bagian penting dalam cerita.
Film arahan sutradara Senoaji Julius tersebut turut dibintangi Happy Asmara, Erick Estrada, Daru Ndarboy, dan Zora Zuraidah. Cidro Asmoro memiliki durasi 106 menit dan diklasifikasikan untuk penonton berusia 13 tahun ke atas. Film ini merupakan pengembangan dari serial televisi berjudul sama yang sebelumnya diproduksi pada 2023. Versi layar lebarnya diproduksi oleh Vision Pictures, Adglow Pictures, dan Hompimpa Sinema Nusantara.
Cidro Asmoro dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Perjalanan Prita yang diperankan Jodilee Warwick menjadi salah satu daya tarik utama karena membawa cerita tentang bagaimana popularitas digital dapat mengubah kehidupan seseorang dalam waktu singkat. Dari seorang pramusaji kafe, Prita memperoleh kesempatan mengejar impiannya sekaligus harus menghadapi konsekuensi dari ketenaran yang datang tanpa direncanakan. Perjalanan itulah yang menjadi inti konflik sekaligus pesan mengenai mimpi dan mempertahankan jati diri di tengah perubahan.




