Mataram, 15 September 2026 – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram menelusuri informasi mengenai seorang anak buah kapal asal Mataram yang menjadi korban dalam insiden KMP Virgo Transport 8. Penelusuran dilakukan untuk memastikan identitas, status pekerjaan, serta perusahaan tempat korban bekerja sebelum musibah terjadi. Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah daerah memperoleh data yang akurat dan dapat menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan bagi keluarga. Informasi sementara menyebut terdapat ABK asal Mataram yang berada di kapal ketika kecelakaan terjadi. Disnaker juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencocokkan data yang diterima dengan informasi resmi mengenai awak kapal.
Pendataan menjadi penting karena status ketenagakerjaan ABK berkaitan dengan sejumlah hak yang dapat diterima apabila terjadi kecelakaan kerja. Pemerintah perlu mengetahui hubungan kerja korban dengan perusahaan, kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta dokumen pendukung lainnya. Apabila seluruh data telah diperoleh, proses pemenuhan hak keluarga dapat ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan yang berlaku. Disnaker juga dapat membantu keluarga berkomunikasi dengan perusahaan apabila terdapat dokumen yang masih harus dilengkapi. Pendampingan tersebut diharapkan mengurangi beban keluarga di tengah proses pencarian dan penanganan korban.
KMP Virgo Transport 8 menjadi perhatian setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan operasi pencarian dan pertolongan dilakukan dalam skala besar. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran terhadap penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan. Armada laut dan udara dikerahkan dengan mempertimbangkan pergerakan arus, kondisi gelombang, serta perkembangan cuaca. Setiap korban yang ditemukan harus melalui proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan maupun penyerahan korban.
Bagi keluarga ABK asal Mataram, kepastian mengenai kondisi anggota keluarga menjadi hal yang paling ditunggu selama operasi berlangsung. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi penghubung antara keluarga dengan instansi yang menangani kecelakaan sehingga perkembangan informasi dapat diperoleh melalui jalur yang jelas. Informasi yang belum terverifikasi perlu dihindari karena dapat menambah tekanan psikologis keluarga. Disnaker dapat memusatkan perhatian pada aspek ketenagakerjaan, sementara proses pencarian tetap menjadi kewenangan tim SAR. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar penanganan berjalan tanpa tumpang tindih.
Penelusuran terhadap status pekerjaan juga diperlukan untuk memastikan perlindungan yang dimiliki ABK selama menjalankan tugas. Pekerjaan di sektor pelayaran memiliki risiko tinggi sehingga perlindungan ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam hubungan kerja. Perusahaan memiliki kewajiban memenuhi hak pekerja sesuai aturan, termasuk ketika terjadi kecelakaan dalam pelaksanaan pekerjaan. Apabila korban tercatat sebagai peserta program jaminan sosial, keluarga dapat memperoleh hak sesuai ketentuan setelah seluruh persyaratan dipenuhi. Pemerintah daerah dapat membantu mempercepat koordinasi administrasi agar keluarga tidak harus mengurus proses tersebut sendiri.
Disnaker Kota Mataram akan melanjutkan penelusuran hingga memperoleh kepastian mengenai data ABK yang menjadi korban KMP Virgo Transport 8. Hasil verifikasi nantinya menjadi dasar untuk menentukan pendampingan serta memastikan hak ketenagakerjaan korban dapat diproses sebagaimana mestinya. Sementara itu, keluarga masih menunggu perkembangan dari operasi pencarian yang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pemerintah daerah diharapkan menjaga komunikasi dengan keluarga sekaligus memastikan setiap informasi yang diberikan telah terverifikasi. Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada warga Mataram yang terdampak musibah pelayaran.




