Jakarta, 18 Mei 2026 – Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menggelar rapat kerja bersama Daerah Kerja Madinah untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan jemaah haji Indonesia di Medina. Dalam pertemuan tersebut, Timwas DPR menyampaikan apresiasi terhadap berbagai layanan yang dinilai berjalan baik, terutama dalam penanganan kedatangan jemaah, akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan di awal pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Pengawasan langsung dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas pelayanan kepada jemaah Indonesia tetap terjaga selama berada di Tanah Suci.
Dalam rapat itu, DPR menyoroti pentingnya koordinasi antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi agar seluruh proses pelayanan berjalan lancar. Timwas menilai petugas di Daker Madinah cukup sigap dalam menangani kebutuhan jemaah, termasuk kelompok lansia dan jemaah yang memerlukan perhatian khusus. Selain pelayanan hotel dan konsumsi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem dan dapat memengaruhi kondisi fisik jemaah.
Daker Madinah memiliki peran penting sebagai pusat pelayanan awal bagi jemaah Indonesia yang baru tiba sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. Ribuan jemaah datang setiap hari sehingga pengaturan transportasi, distribusi kamar hotel, serta pengelolaan logistik menjadi tantangan besar yang membutuhkan kesiapan tinggi. Karena itu, Timwas DPR menilai kerja sama antarpihak di lapangan sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah.
Meski memberikan apresiasi, DPR tetap meminta adanya evaluasi dan peningkatan di beberapa sektor untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas jemaah pada puncak musim haji. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pengaturan mobilitas, kecepatan layanan kesehatan, serta kesiapan petugas dalam menghadapi situasi darurat. Timwas berharap seluruh masukan yang diperoleh selama pengawasan lapangan dapat menjadi bahan perbaikan agar pelayanan haji Indonesia semakin baik di masa mendatang.
Penyelenggaraan ibadah haji memang selalu menjadi perhatian besar pemerintah dan masyarakat Indonesia mengingat jumlah jemaah yang sangat banyak setiap tahunnya. Banyak pihak berharap koordinasi antara DPR, Kementerian Agama, dan petugas haji di lapangan dapat terus diperkuat demi memastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan layak selama berada di Tanah Suci. Di tengah kompleksitas operasional haji, kualitas pelayanan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah para jemaah Indonesia.




