Jakarta, 13 Mei 2026 – Presiden China Xi Jinping mengingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa isu Taiwan berpotensi memicu konflik serius antara China dan Amerika Serikat apabila tidak ditangani secara hati-hati. Pernyataan tersebut kembali menyoroti sensitifnya persoalan Taiwan dalam hubungan kedua negara besar tersebut.
Menurut Xi, Taiwan merupakan bagian penting dari kepentingan nasional dan kedaulatan China sehingga segala bentuk intervensi asing dianggap dapat memperburuk stabilitas kawasan. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip “Satu China” yang selama ini menjadi dasar hubungan diplomatik Beijing dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Hubungan China dan AS dalam beberapa tahun terakhir memang diwarnai ketegangan terkait berbagai isu geopolitik, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga keamanan kawasan Indo-Pasifik. Namun persoalan Taiwan dinilai menjadi salah satu isu paling sensitif karena menyangkut aspek politik, militer, dan kedaulatan nasional China.
Pemerintah China secara konsisten menolak langkah-langkah yang dianggap mendukung kemerdekaan Taiwan atau memperkuat hubungan militer asing dengan Taipei. Sementara itu, Amerika Serikat tetap mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan terus menjadi salah satu pemasok utama peralatan pertahanan bagi pulau tersebut.
Pengamat hubungan internasional menilai komunikasi langsung antara Xi dan Trump penting untuk mencegah meningkatnya ketegangan yang dapat berdampak pada stabilitas regional maupun global. Mereka mengingatkan bahwa konflik terbuka antara dua kekuatan besar dunia akan membawa konsekuensi besar terhadap ekonomi internasional, keamanan kawasan Asia-Pasifik, dan keseimbangan geopolitik dunia.






