Cadangan Devisa Indonesia Menurun Jadi USD 146,2 Miliar

Jakarta, 10 Mei 2026 – Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat mengalami penurunan menjadi sebesar USD 146,2 miliar pada periode terbaru. Meski turun dibanding bulan sebelumnya, level cadangan devisa tersebut dinilai masih berada dalam kondisi aman untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan sektor eksternal.

Bank Indonesia menyebut penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih berfluktuasi.

Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa saat ini masih cukup kuat untuk membiayai kebutuhan impor nasional dan pembayaran utang luar negeri dalam beberapa bulan ke depan. Cadangan tersebut juga dinilai mampu mendukung ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tekanan eksternal.

Pergerakan cadangan devisa sering menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan kemampuan suatu negara menjaga stabilitas mata uang dan sistem keuangan. Ketika tekanan global meningkat, bank sentral biasanya melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali.

Pengamat ekonomi menilai penurunan cadangan devisa kali ini masih tergolong wajar mengingat kondisi pasar global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik, penguatan dolar AS, dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Banyak negara berkembang juga mengalami tekanan serupa terhadap mata uang dan cadangan devisanya.

Di sisi lain, fundamental ekonomi Indonesia disebut masih cukup solid didukung oleh ekspor, investasi, dan pertumbuhan ekonomi domestik yang relatif stabil. Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Bank Indonesia optimistis cadangan devisa tetap mampu menopang stabilitas makroekonomi ke depan. Dengan kondisi ekonomi yang masih terkendali dan berbagai langkah penguatan sektor keuangan, Indonesia diharapkan tetap mampu menghadapi tantangan ekonomi global secara lebih tangguh.

Related Posts

Harga Pangan 14 Mei 2026 Masih Fluktuatif, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 78.500 per Kilogram

Jakarta, 14 Mei 2026 – Harga sejumlah komoditas pangan nasional masih menunjukkan pergerakan fluktuatif pada perdagangan hari ini. Salah satu yang menjadi perhatian utama masyarakat adalah cabai rawit merah yang…

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Jakarta, 10 Mei 2026 – Kiprah salah satu direktur Pegadaian dalam dunia bisnis dan transformasi perusahaan berbuah penghargaan bergengsi Women in Business Leadership 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi…

You Missed

Timwas Haji DPR Puji Layanan Jemaah Saat Rapat Bersama Daker Madinah

Timwas Haji DPR Puji Layanan Jemaah Saat Rapat Bersama Daker Madinah

Harga Pangan 14 Mei 2026 Masih Fluktuatif, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 78.500 per Kilogram

Harga Pangan 14 Mei 2026 Masih Fluktuatif, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 78.500 per Kilogram

Nadiem Makarim Jalani Operasi Didampingi Istri di Tengah Sorotan Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Jalani Operasi Didampingi Istri di Tengah Sorotan Kasus Chromebook

Xi Jinping Ingatkan Donald Trump soal Risiko Konflik Akibat Isu Taiwan

Xi Jinping Ingatkan Donald Trump soal Risiko Konflik Akibat Isu Taiwan

Polri Ungkap Syekh Ahmad Al Misry Diduga Berupaya Lepas Status WNI untuk Jadi Warga Mesir

Polri Ungkap Syekh Ahmad Al Misry Diduga Berupaya Lepas Status WNI untuk Jadi Warga Mesir

Nadiem Makarim Dicecar Jaksa soal Gaji Staf Khusus, Akui Sering “Nombok” Pribadi

Nadiem Makarim Dicecar Jaksa soal Gaji Staf Khusus, Akui Sering “Nombok” Pribadi