Jakarta, 7 September 2026 – Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi memanggil 16 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Futsal Putri Indonesia menjelang dua pertandingan persahabatan internasional menghadapi Rusia. Pemusatan latihan atau training camp (TC) tersebut akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, mulai 20 September hingga 16 Oktober 2026. Agenda ini menjadi bagian penting dari persiapan Garuda Pertiwi untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus menguji kemampuan menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Setelah menjalani rangkaian latihan, Indonesia dijadwalkan menghadapi Timnas Futsal Putri Rusia pada 13 dan 15 Oktober 2026. Dua pertandingan tersebut akan dimanfaatkan tim pelatih untuk mengukur perkembangan pemain sekaligus mematangkan komposisi tim.
FFI menyatakan pemusatan latihan merupakan bagian dari persiapan Timnas Futsal Putri Indonesia menghadapi agenda internasional. Waktu persiapan yang berlangsung hampir satu bulan memberikan kesempatan kepada tim pelatih untuk mengevaluasi kondisi fisik, kemampuan teknis, serta pemahaman taktik setiap pemain. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarpemain juga menjadi aspek penting yang perlu diperkuat sebelum menghadapi Rusia. Pertandingan internasional diharapkan memberikan tekanan kompetitif yang berbeda dibandingkan latihan maupun kompetisi domestik. Pengalaman tersebut diperlukan untuk meningkatkan kesiapan Garuda Pertiwi menghadapi turnamen yang lebih besar.
Dari 16 pemain yang dipanggil, tiga nama mengisi posisi penjaga gawang, yakni Fitry Amelya, Sella Salsadila Agustin, dan Tsania Anggita Firdistya. Ketiganya akan bersaing mendapatkan kepercayaan tim pelatih selama menjalani pemusatan latihan. Sektor penjaga gawang menjadi salah satu bagian penting dalam permainan futsal karena tidak hanya dituntut melakukan penyelamatan, tetapi juga terlibat dalam proses membangun serangan dari belakang. Kemampuan membaca permainan dan distribusi bola menjadi aspek yang akan terus diasah. Persaingan selama TC diharapkan membuat kualitas setiap penjaga gawang semakin meningkat.
Pada posisi anchor, tim pelatih memanggil Diah Tri Lestari, Jein Sitty Way, dan Nizrina Fauziah Permana. Ketiganya akan memainkan peranan penting dalam menjaga keseimbangan permainan antara bertahan dan menyerang. Posisi anchor membutuhkan kemampuan membaca pergerakan lawan sekaligus ketenangan ketika menguasai bola di bawah tekanan. Pemain pada posisi tersebut juga menjadi salah satu penghubung utama dalam proses transisi permainan. Menghadapi Rusia yang diperkirakan memberikan tekanan fisik dan tempo tinggi, kemampuan menjaga organisasi permainan menjadi salah satu bagian yang perlu dimatangkan selama pemusatan latihan.
Sektor flank menjadi posisi dengan jumlah pemain terbanyak dalam daftar pemanggilan kali ini. Tujuh pemain yang mendapatkan kesempatan adalah Dhea Febrina Bangun, Carmen Feberly Karath, Fitri Rosdiana, Ikeu Rosita, Fitri Sundari, Quisepina Anastasia T. Olin, dan Valencia Cessa Antogia. Banyaknya pilihan pada sektor tersebut memberikan ruang kepada tim pelatih untuk mencoba sejumlah kombinasi permainan. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, pergerakan tanpa bola, serta ketepatan dalam mengambil keputusan akan menjadi faktor penting. Persaingan antarpemain juga memungkinkan pelatih menentukan kombinasi yang paling sesuai dengan strategi menghadapi Rusia.
Sementara itu, tiga pemain dipercaya mengisi posisi pivot, yakni Insyafayda Salsabillah, Agnes Matulapelwa, dan Nisma Francida Rusdiana. Posisi tersebut mempunyai peranan penting sebagai titik serangan sekaligus pemain yang dapat membuka ruang bagi rekan setim. Seorang pivot dituntut mampu mempertahankan penguasaan bola ketika mendapatkan tekanan serta mempunyai penyelesaian akhir yang baik. Selama TC, ketiga pemain akan mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus membangun koneksi dengan para pemain flank. Efektivitas di depan gawang menjadi salah satu aspek yang dapat menentukan hasil pertandingan ketika Indonesia menghadapi lawan berkualitas.
Timnas Futsal Putri Indonesia akan berada di bawah arahan pelatih kepala Luis Estrella. Dalam menjalankan program latihan, Estrella didampingi Novita Murni Piranti dan Medina Mufid Fajrin sebagai asisten pelatih. Sektor penjaga gawang ditangani Agus Munandar, sedangkan Anita bertanggung jawab terhadap persiapan fisik pemain. Tim pendukung juga diperkuat Muhammad Abdullah Patola sebagai kitman dan Dayanara Elsa Amedika sebagai fisioterapis. Komposisi tersebut menunjukkan persiapan tim tidak hanya difokuskan pada aspek taktik, tetapi juga kondisi fisik, pemulihan, dan kebutuhan pemain selama menjalani program intensif.
Pemanggilan kali ini juga memperlihatkan adanya perubahan dibandingkan skuad yang mengikuti persiapan ASEAN Women’s Futsal Championship pada awal 2026. Ketika itu, sebanyak 19 pemain dipanggil mengikuti pemusatan latihan dan beberapa nama dari skuad tersebut kembali memperoleh kepercayaan untuk agenda menghadapi Rusia. Fitry Amelya, Sella Salsadila, Diah Tri Lestari, Nizrina Fauziah, Dhea Febrina, Fitri Rosdiana, Ikeu Rosita, Fitri Sundari, Quisepina Anastasia, Agnes Matulapelwa, Nisma Francida, dan Insyafayda termasuk pemain yang kembali mendapatkan kesempatan. Kontinuitas tersebut dapat membantu tim pelatih karena sejumlah pemain sudah memahami pola kerja dan karakter permainan satu sama lain.
Pertandingan melawan Rusia mempunyai nilai penting karena memberikan kesempatan kepada Indonesia menghadapi lawan dari luar kawasan Asia Tenggara. Perbedaan karakter permainan dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dalam melihat kemampuan pemain menghadapi tekanan, tempo, dan situasi pertandingan yang berbeda. Hasil pertandingan memang menjadi salah satu ukuran, tetapi pengalaman kompetitif dan perkembangan permainan juga menjadi tujuan penting dari agenda tersebut. Dua pertandingan yang digelar pada 13 dan 15 Oktober memberikan kesempatan kepada Luis Estrella melakukan penyesuaian setelah laga pertama. Evaluasi dari pertandingan pembuka kemudian dapat langsung diterapkan pada pertemuan kedua.
Agenda Timnas Futsal Putri Indonesia tersebut berlangsung di tengah upaya FFI memperkuat ekosistem futsal putri secara lebih luas. Federasi sebelumnya menegaskan komitmen meningkatkan pembinaan, kompetisi, dan dukungan terhadap tim nasional melalui sejumlah program jangka panjang. Pertandingan internasional menjadi salah satu instrumen untuk memberikan jam terbang lebih tinggi kepada pemain sekaligus mengetahui posisi Indonesia dibandingkan tim dari negara lain. Semakin sering pemain menghadapi pertandingan dengan tingkat kesulitan tinggi, semakin besar pula kesempatan meningkatkan kematangan permainan. Program tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan pemain melalui kompetisi domestik.
Dengan 16 pemain yang telah dipanggil, fokus Garuda Pertiwi kini beralih menuju pemusatan latihan di Kudus mulai 20 September 2026. Tim pelatih memiliki waktu untuk menentukan komposisi terbaik sekaligus memperbaiki aspek teknis, fisik, dan koordinasi sebelum menghadapi Rusia. Dua pertandingan pada 13 dan 15 Oktober akan menjadi ujian nyata terhadap hasil latihan yang dijalankan selama beberapa pekan. Bagi para pemain, TC tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk bersaing mendapatkan kepercayaan dan menunjukkan kesiapan membela Indonesia di level internasional. Pertemuan dengan Rusia diharapkan tidak sekadar menjadi pertandingan persahabatan, tetapi juga bagian dari proses membangun Timnas Futsal Putri Indonesia yang semakin kompetitif.




